Minggu, 21 November 2010

Langkah-langkah Untuk Instalasi Linux Ubuntu



    Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth).
Berikut adalah langkah – langkah installasi linux ubuntu dengan menggunakan VMware :

  • Buka WMware kemudian masukan iso linux ubuntu 10.4
  • Kemudian jalankan mesinnya
  • Setelah itu maka akan tampil layar wal penginstallan linux seperti pada gambar di bawah ini :


   
  • Pada tampilan istallasi kita pilih Bahasa yang akan digunakan, contohnya English untuk akun berbahasa inggris.
          Kemudian Install Ubuntu  LTS Kemudian akan muncul tampilan zona waktu seperti pada gambar                     dibawah ini :





  •  Pada Region kita pilih Negara dimana kita berada untuk wilayah Ondonesia kita pilih Asia, kemudian pada Time Zone kita pilih waktu dimana kita berada seperti Indonesia (Jakarta) atau Indonesia (Pontianak) dan Indonesia (Jaya Pura)
  • Kemudian Forward
          Setelah itu akan muncul keyboard layout seperti pada gambar dibawah ini : 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • Pada Suggested option kita pilih USA untuk pengaturan layout standar.
  • kemudian forward
           
    
  •     Setelah selesai kita akan masuk pada bagian mempartisi hardisk seperti pada gambar diatas .
  •    Kita pilih Specify Partitions Manually
  •   Setelah itu Forward


  •  Klik pada new partition table


  •       Maka akan muncul free space hardisk yang akan di partisi, kemudian Add, maka akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini :

 
    
Ø  Pilih Type new partition yaitu primary,

Ø  Kemudian Size untuk partisi pertama masukan sebagaimana kita perlukan, contoh 5000 MB, Isi location dengan Beginning.

Ø  Pada Use As Kita pilih Ext4 Journaling File System

Ø  Mount Point kita pilih yaitu ( / )

Ø  Kemudian OK

Ø  Setelah itu kita akan mengatur partisi untuk swap area

Ø  Pada sisa hardissk yang ada kita Add, kemudian akan tampil gambar seperti dibawah ini :



 
Ø  Pilih Type for the new partition yaitu Logical

Ø  Untuk Size kita biarkan saja sisa dari pengaturan partisi Ext4,

Ø  Pilih location sesuai dengan kebutuhan,

Ø  Pada Use As kita pilih swap area maka tidak akan dibutuhkan Mount Point

Ø  Kemudian OK

Ø  Berikut tampilan setelah Harddisk selesai dipartisi :



Ø  Kemudian Forward

Ø  Setelah itu akan muncul dialog pengisian identitas.


 Ø  Pada kotak What’s Is Your Name, masukan nama kita. Contoh Agus
 Ø  Kemudian Masukan password dan jangan lupa mengulanginya lagi Setelah itu Forward


 


Ø  Maka setelah itu akan muncul kotak dialog Ready to install seperti gambar diatas,

Ø  Pilih Install

Ø  Maka akan muncul proses penginstallan seperti pada gambar dibawah ini :



Ø  Tunggu beberapa saat hingga Instalasi mencapai 100%
          sampai Muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini :


         
         

Ø  Setelah selesai maka akan ada permintaan untuk merestart mesin agar linux dapat dijalankan.

Ø  Plih Restart Now

Ø  Setelah muncul Login Klik pada username kita kemudian masukan password.

Ø  Maka Linux telah dapat digunakan seperti pada gambar dibawah ini :

      
  
         
 
Ø  Setelah selesai, maka untuk mengecek host kita buka Terminal pada Applications – Accessories – Terminal

Ø  Lihat apakah kita sudah menjadi admin seperti pada gambar dibawah ini :

 


" Selesai & Linux dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. "



Demikianlah Cara untuk menginstalasi linux ubuntu . saya mohon maaf apabila ada kesalahan kata, dikarenakan saya masih dalam proses tahap belajar . Terimakasih .. 

Sabtu, 13 November 2010

File System linux

1. Pengertian

merupakan suatu struktur untuk mengorganisasikan informasi atau data. Atau penyimpanan data keperalatan seperti harddisk, cd/dvd rom, dll.

2. Jenis-Jenis File System di Linux
  • Ext2
adalah file sistem yang ampuh di linux. EXT2 juga merupakan salah satu file sistem yang paling ampuh dan menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada EXT2 file sistem, file data disimpan sebagai data blok. Direktori dalam EXT2 file sistem adalah file khusus yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi direktori tersebut. Mendukung penggunaan direktori, symbolic link dan penamaan file sampai 255 karakter. Superblok dalam EXT2Superblok mengandung informasi tentang ukuran dasar dan bentuk file sistem. Informasi di dalamnya memungkinkan file sistem manager untuk menggunakan dan merawat file sistem. Informasi yang dikandung adalah:

1. Magic Numbermeyakinkan software bahwa ini adalah superblok dari EXT2 file sistem.
2. Revision Levelmenunjukkan revisi mayor dan minor dari file sistem.
3. Blocks per Sizebesar blok dalam file sistem, contohnya 1024 bytes.
4. Blocks per Groupbenyaknya blok per group.
5. Block Group Numbernomor blok group yang mengadung copy dari superblok.

  •  Ext3
adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:

1. Setelah kegagalan sumber daya, “unclean shutdown”, atau kerusakan sistem, EXT2 file sistem harus melalui proses pengecekan dengan program e2fsck. Proses ini dapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses.
2. Mudah dilakukan migrasiKita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
3. Integritas dataEXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau “unclean shutdown”. EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
4. Kecepatan Dari pada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
5. Untuk kecepatan daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin


  •  Ext4
         (4rd Extended) atau Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebuat atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya) selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
       Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya,Fast fsck,Journal checksumming,Defragmentation support.
      Filesystem Ext4 didesain untuk memberikan performance yang lebih baik dan peningkatan kemampuan. Filesystem Ext4 juga meningkatkan daya tampung maksimal filesystem ke 1 exabyte dan mengurangi wktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk (fsck yang mana pada Filesystem Ext3, setiap 20-30 kali mount).
       Filesystem ext4 juga meningkatkan umur hidup media flash seperti SSD. Karena filesystem ext4 tidak melakukan penulisan data layaknya Filesystem ext3 yang menulis beberapa kali (journaling).

Sabtu, 18 September 2010

gpedit & regedit


1.                   Persamaan antara gpedit dan regedit
                                                                                                                                    
Fungsi regedit adalah untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Sedangkan gpedit digunakan untuk melihat, membuat, dan memodifikasi Group Policy, yang digunakan untuk mengelola beberapa pengaturan di dalam setiap pengguna dan lingkungan Windows serta menyimpannya di dalam registry. Sebenarnya gpedit mempunyai fungsi yang sama dengan regedit teteapi didalam gpedit kita lebih mudah untuk mengoprasikannya atau menggunakannya tidak seperti regedit atau registry yang mana bila kita akan menggunakannya kita harus mencari dimana letak key-key yang akan kita rubah atau buat,di gpedit kita tidak perlu melakukan hal yang dilakukan serumit di regedit atau registry.Di gpedit selain tampilanya tidak rumit juga sudah terdapat pilihan-pilihan untuk merubah perintah yang akan kita rubah dengan cara kita mencari  yang akan kita rubah dan mengganti opsi menunya seperti disable,enable,atau not configured,dan juga apabila kita akan melihat hasil yang kita rubah tadi kita tidak perlu me-restart pc seperti bila kita melakukan perubahan melalui regedit, di gpedit kita cukup me-refresh saja dengan cara klik kanan refresh maka anda sudah bias melihat perubahan yang telah anda lakukan tadi.
Ada beberapa opsi untuk membuka atau masuk ke gpedit diantaranya:
  1.    Buka di C:\Windows\System32\gpedit.msc
  2.    Buka di program run kemudian ketik gpedit.msc
  3.    Buka di program Command Prompt (dos) kemudian ketik gpedit.msc
Ada 3 opsi menu dalam gpedit diantaranya :
  •         Enable
  •         Disable
  •         Not configured
2.                 Fungsi yang ada pada gpedit

• Computer Configuration ( Konfigurasi Komputer )
Administrator dapat menggunakan Komputer Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang diterapkan ke komputer, tidak peduli siapa yang log on ke komputer. Konfigurasi komputer pada umumnya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.

• User Configuration ( Konfigurasi Pengguna )
Administrator dapat menggunakan Pengguna Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang berlaku bagi pengguna, apapun komputer mereka log on ke. Konfigurasi Pengguna biasanya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.

dari kedua tools yaitu regedit dan gpedit , kita dapat tarik lagi kesimpulan dari kesamaan yaitu sebagai berikut :

Persamaan antara REGEDIT dan GPEDIT
- memanipulasi sistem dan user pada windows
-menangani semua informasi user yang aktif serta menangani setting control panel pada sistem operasi windows
-menangani satu informasi user yang aktif pada sistem operasi windows.

3. Berikut 10 contoh gpedit yang berhubungan dengan regedit :
  1. Cara untuk menyembunyikan/ hidden drive (misal: C, D, E)
Klik User Configuration – Administrative Template — Windows Component – Windows Explorer – Hide these spesified drives in My Computer — pilih enable
  1. Cara menutup Akses pada Drive (misal: C, D, E)
User Configuration –  Administrative Template – Windows Component – Windows Explorer – Prevent Access to drive from My Computer — pilih enable
  1. Cara menutup Akses program run
User Configuration – Administrative Template – Start Menu And Taskbar – Remove Run menu from Start Menu — pilih enable
  1. Cara menutup Akses regedit (registry editor)
User Configuration – Administrative Template – System – Prevent access to registry editing tools —  pilih enable
  1. Cara menutup Akses klik kanan pada desktop
User Configuration – Administrative Template – Windows Component – Windows Explorer – Remove Windows Explorer’s default context menu — pilih enable

  1. Cara menutup Akses manage pada My Computer
User Configuration –  Administrative Template – Windows Component – Windows Explorer – Hides the Manage item on the windows explorer context menu — pilih enable
  1. Cara mendisable task manager/ Lock Computer/Change Password/ Log Off :
User Configuration – Administrative Template – System – Ctrl + Alt + Del Option Kemudian ada 4 pilihan :
  • Remove Task Manager
  • Remove Lock computer
  • Remove Change Password
  • Remove Log Off
Pilih enable
  1. Cara mendisable Autoplay
User Configuration – Administrative Template – System – Turn Of Autoplay – pilih drive —  pilih enable
  1. Cara menghapus history
User Configuration – Administrative Template – Start Menu and Taskbar – Clear history of recently documents on exit — pilih enable
  1. Cara menghapus LogOff dari start menu
User Configuration – Administrative Template – Start Menu and Taskbar – Remove Logoff  on the start menu —  pilih enable .

Minggu, 01 Agustus 2010

Registry

Registry adalah pusat database untuk pengaturan konfigurasi aplikasi dan informasi lainnya yang diperlukan oleh aplikasi. atau registry dapat disebut juga dengan kernel yaitu suatu database yang menghubungkan hardware dan software . Dan semua pengaturan tersebut diatur dalam bentuk key. di dalam registry kita bisa melakukan tiga hal yaitu: membaca, menulis dan menghapus.
Kita dapat menjalankan registry dengan cara menuliskan
regedit pada menu run.

Daftar anak pohon Registry 

Registry Windows terdiri atas beberapa anak pohon berikut, yang disusun secara hierarkis dengan My Computer sebagai root director-nya:

  • HKEY_LOCAL_MACHINE, sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
  • HKEY_CURRENT_USER, sering disebut sebagai HKCU, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi yang dimiliki oleh pengguna yang sedang melakukan logon, yang menyimpan informasi mengenai konfigurasi preferensi pengguna (konfigurasi desktop, warna, dan konfigurasi lainnya yang setiap pengguna dapat melakukan kustomisasi terhadapnya).
  • HKEY_USERS, sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security indetyfier (SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER.
  • HKEY_CLASSES_ROOT, sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embedding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
  • HKEY_CURRENT_CONFIG, sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
  • HKEY_DYN_DATA, yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.
Catatan: HKEY di dalam registry Windows, merupakan singkatan terhadap kata "Handle to Key".

Contoh  registry :
  1. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer. Langkah registry ini digunakan untuk Menonaktifkan klik kanan pada desktop Windows XP
  2. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RunMRu. Langkah registry ini digunakan untuk membersihkan bekas daftar perintah jendela run.
  3. HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory Management\PrefetchParameters\EnablePrefetcher. Langkah ini digunakan untuk mensetting ulang prefetcher.
  4. HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop. Untuk Merubah Desktop.
  5. HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Lsa. Langkah Registry ini digunakan untuk Menghalangi pergantian Hak Akses Administrator.
  6. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explore. Langkah registry ini digunakan untuk menghalangi Perubahan Lokasi Shortcut My Documents.
  7. HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\FileSystem. Langkah Registry ini digunakan untuk mempercepat akses folder.
  8. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOpt. Langkah ini Digunakan untuk mempercepat booting komputer. 
  9. HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\. Langkah ini digunakan untuk mempercepat shutdown
  10. HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}. Langkah Registry ini digunakan untuk mengganti Nama Dan Info Tips pada Recycle bin di Windows XP.
  11.  HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer. Langkah Registry ini digunakan untuk menonaktifkan Program di dalam recycle bin.
  12. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Langkah Registry ini digunakan untuk Menghalangi orang lain melihat definisi Drive.
  13. HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer. Langkah Registry ini digunakan untuk mengaktifkan Program Disk Clean Up
  14. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Langkah registry ini digunakan untuk menghalangi perubahan model tampilan control panel.
  15. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System. Langkah registry ini digunakan untuk menghalangi akses halaman task manager.
  16. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer. Langkah registry ini digunakan untuk Menonaktifkan Menu properties Pada desktop.
  17. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Uninstall. Langkah registry ini digunakan untuk menghalangi akses Pada Add Remove Program Pada Windows.
  18. HKEY_CLASSES_ROOT\Unknown\Shell. Langkah Registry ini digunakan untuk Mengubah Menu Open Saat Klik Kanan.
  19. HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\shell. Langkah Registry ini digunakan untuk Mengganti Tulisan Search Pada Menu Konteks.
  20. HKEY_CLASSES_ROOT\Folder\Shell. Langkah Registry ini digunakan untuk Mengganti Tulisan Explore Pada Menu Konteks.














Jumat, 30 Juli 2010

diagnosa permasalahan pada jaringan

Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar di dapat hasil yang baik. Komputer yang terhubung jaringan sering kali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna komputer yang terhubung dalam sistem jaringan. Jaringan komputer sangat rawan terhadap ganguan atau kerusakan dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadi ganguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:

1. Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan

Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala. Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indikator- indikator yang dapat kita lihat. Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Server

Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.

b) Workstation

Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.

c. Hub/switch

Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk

berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau

ada gangguan pada komputer workstation tersebut

d) Kabel dan konektor

Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:

· Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST. Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan

· Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45. Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja

· Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC. Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti.

Tip & Trik Mengatasi Masalah Pada PC Anda
Masalah Pada Power Supply

Gejala : Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala.

Solusi : Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang tepatnya dibelakang Power Supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel power dengan yang anda yakini bagus. Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.

Masalah : Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor menyala.

Solusi : lakukan seperti langkah diatas, tetapi jika masih belum ada respon berati masalah ada pada Power Supply, Silahkan anda ganti PS nya, Saya sarankan sebaiknya anda ganti saja Power Supply yang rusak dengan yang baru, dan hati-hatilah dalam pemasangannya.

Catatan : Jika kerusakan hanya pada Power Supply saja, Setelah anda menggantinya, komputer akan kembali bekerja dengan normal. Kecuali jika ada masalah pada komponen yang lainnya seperti Mother Board, VGA Card dan Memory.



Masalah Pada Mother Board

Gejala : Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.

Solusi : Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.

Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Mboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS


Masalah Pada Harddisk

Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan "press F1 to continou" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".

Solusi : Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.

Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".

Solusi : Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas

Gejala : harddisk bad sector?

Solusi : Ada beberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidak stabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelah pemakaina tidak di shot down, pemakaian yang terlalu lama, ada 2 jenis bad sector yaitu fisik dan software.....Untuk mengatasinya ada beberapa cara, diantaranya menggunakan software untuk menghilangkan badsector....pembahan lebih lanjut ada di eBook Metode perbaikan komputer dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi Member Aktif.




Mengatasi Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW

Gejala : Jenis kerusakan yang biasa ditemui :

1. Tidak terdeteksi di windows

2. Tidak bisa keluar masuk CD

3. Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)

4. Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk)

Solusi :

1. Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD-floppy, perikas di setup bios apakah sudah dideteksi? sebaiknya diset auto. Periksa apakah led menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.

2. Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.

3. Kerusakan Biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara men-set ualng optik tersebut.

4. Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cutenbud

(langkah-langkah diatas secara lengkap dapat anda temukan di e-book "Metode perbaikan komputer cepat dan akurat" dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi member perbaikankomputer.com


Masalah BIOS

Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.

Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.

Gejala : CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.

Solusi : Bunyi Beep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan anda periksa masalah tersebut.

Berikut Pesan kesalahan BIOS

Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.

[AMI BIOS]

Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 - Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x : Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.

[AWARD BIOS]

Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.

Batrey CMOS Rusak / Lemah

Gejala : Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.

Solusi : Segera Ganti Batrey nya

Gejala : CPU yang sering Hang?

Solusi : Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil.....sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal, silahkan hub: kami untuk dapat mengatasi masalah tersebut

Gejala : Komputer sering tampil blue screen apa penyebabnya?

Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, Bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.

Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat

Solusi : Penyebab komputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.
sumber : http://info.perbaikankomputer.com/hardware.html